Cara Membayar BPJS Kesehatan Menggunakan Internet Banking Bank Mandiri

Rp 50.000 Rupiah/5 Bulan | $10/ 5 Months

Download Antivirus ESET Smart 6 FREE

Rp 100.000 Rupiah/5 Bulan | $10/ 5 Months

Download Antivirus ESET Smart 6 FREE

IKLAN Rp 50.000 Rupiah/5 Bulan | $5/ 5 Months

Download Windows 7 Ultimate (x86/x64)FREE

IKLAN Rp 50.000 Rupiah/5 Bulan | $5/ 5 Months

Rooting dan Upgrade Samsung Galaxy S1 GT-I9000 ke Android 4.4 KitKat

IKLAN Rp 50.000 Rupiah/5 Bulan | $5/ 5 Months

Showing posts with label Motivasi. Show all posts
Showing posts with label Motivasi. Show all posts

9 Cara Bijak Dalam Mengambil Keputusan




Cara bijak mengambil keputusan

Pengenalan
Keputusan dalam tinjauan Etimologi dan Terminologi dalam istilah kamus bahasa Arab al-Aqrar yang berarti menetap di bumi. Imam Kurdi menjelaskan dalam tulisan beliau perkataan aqrar bil haq, yang berarti mengakuinya. Kemudian dalam kitab Mu’jamal Wajiz menambahkan, al-aqrar adalah gagasan yang dilaksanakan oleh orang yang mampu melaksanakannya. Dapat di ambil kesimpulan dari perkataan aqrar (keputusan) secara terminologinya diartikan sebagai “setiap perkataan, perbutan atau ketetapan yang dilakukan oleh orang yang baliq dan berakal berdasarkan kemauannya sendiri”. Itulah definisi keptusan secara singkat.

Macam-macam keputusan
Perkara yang perlu kita kenal terlebih dahulu mengenai keputusan ialah di mana keptusan itu berada dan menyangkut dengan siapa. Adakah keputusan itu melingkupi skop yang luas atau hanya sebatas diri kita sendiri. Dalam hal ini kita akan mengenal macam-macam keputusan yang sering kita hadapi dalam hidup ini mulai dari yang terkecil sampai yang seluas-luasnya.

Keputusan individu. Menyangkut diri sendiri ia tidak menyeret orang lain. Dalam hal ini berarti apa yang akan terjadi setelah keputusan itu diambil, baik dan buruknya ditanggung individu itu sendiri.

Keputusan Masyarakat. Keputusan yang berkaitan dengan orang lain memiliki tanggung jawab yang amat luas. Seseorang itu sukar untuk melaksanakan keputusan ini tanpa ada masyarakat dan mengaitkan orang banyak. Oleh karena itu dalam perkara ini perlulah orang lain dalam membantu membuat keputusan.

Keputusan hati. Sebagaimana sabda Rasulullah s.a.w. : “Semua amal itu bergantung pada niatnya dan setiap orang akan mendapatkan balasan sesuati dengan apa yang ia niatkan…”

Keputusan perkataan. Perkataan merupakan keptusan oleh karena itu berhati-hatilah dengan apa yang diucapkan. Perakataan yang telah keluar mustahil akan ditarik semula.

Keputusan perbuatan. Tindakan yang dilakukan individu merupakan keputusan yang ia ambil demi mencapai hasrat tertentu yang ia niatkan.

Teknik-teknik dalam mengambil keputusan

Linear Programming. Program liner adalah satu teori yang dipakai cara pengambilan keptusan dengan tepat yang diaplikasikan dalam bentuk problem. Poin-poin terpenting yang harus diketahui dalam program liner: Tujuan, dialam keptusan tersebut hendaklah ditentukan tujuan permasalahan. Halangan, rintangan-rintangan yang harus dikenal pasti ketika hendak merealisasikan keputusan. Aturan baku, atau dikenal dengan alogritma iaitu aturan baku yang tidak mungkin diperdebatkan lagi saat keptusan itu diambil. Variabel-variabel. Khususnya menyakut bidang yang lebih luas karena kemungkinan adanya penyesuaian dengan berbagai potensi, kemampuan dan keahlian setaiap oarang.
Setelah mengetahui dan memposisikan keempat poin tersebut di atas kita akan mudah untuk mengetahui keputusan yang hendak diambil. Juga dapat menjangkakan akan resiko yang didapatkan setelah keputusan itu. Dengan demikian individu tersebut telah membuat beberapa alternatif dalam menghadapi segala kemungkinan yang terjadi.

Probability Theory. Teori kemungkinan ini menunjukkan suatu kejadian yang hasilnya belum dapat dikenal pasti. Terkadang hasilnya tebatas pada bebeapa kemungkinan, adakalanya juga sangat banyak sehingga tak menentu. Contohnya pada lemparan mata dadu yang terbatas angka dipastikan 1-6 tidak lebih dari itu. Tidak mungkin angka 7 yang keluar sebab mata dadu yang terbatas pada angka 6. Teori kemungkinan ini dikenal dengan realistis sesuai dengan kenyataan yang ada. Mustahil orang yang tanpa berusaha bisa mengumpulkan harta. Menginginkan surga tanpa ibadah. Jadi mengambil kesimpulan dari teori ini bahwa segala sesuatu itu hendaklah diputuskan berdasarkan hukum yang berlaku agar apa yang dicita-citakan berjalan seiring berdasarkan keputusan yang dibuat.

Expected value criterion. Ini bermaksud pemilihan keputusan yang memiliki nilai penguat, karena menuntut penetapan nilai tertinggi untuk mendapatkan keuntungan. Cara dalam mengambil keptusan memakai kaedah ini dengan melihat sejauh mana keuntungan yang ia dapatkan dengan apa yang ia krobankan. Contoh. Sebidang tanah di hargai satu juta dolar sementara di tanah tersebut terdapat apartemant yang disewakan, juga ada tanah lapang yang sering disewa untuk pameran dan kegiatan-kegitan masyarakat lainya. Berdasarkan cara ini individu tersebut mempertimbangkan kalau tanah tersebut di jual uang satu juta dolar yang ia dapatkan setelah itu tidak mendapatkan apa-apa lagi. Tapi kalau di biarkan saja hanya mendapati hasil yang sedikit tetapi berterusan. Dalam mengambil kepUtusuan mengikut kaedah ini individu tersebut henaklah mempertimbangkan resiko dan tujuan jangka panajang.

Aspiration-level criterion. Jenis pengambilan keputusan yang tidak berhubungan dengan pertimbangan antara besarnya manfaat dan minimnya beban. Dalam cara ini ditekankan buakan hanya melihat besarnya manfaat suatu keptusan yang akan diambil tapi bebannya juga harus dipertimbangkan. Efek samping hendaklah menjadikan standar dalam mengambil keputusan. Seperti membeli barang mewah, yang dipertimbangkan pajaknya, nilai jual kembali, susut dan lain sebagainya. Bukan hanya berkemampuan membeli saja.

Most likely future criterion. Cara menyelesaikan keputusan dengan cara ini ialah berkaitan dengan hal yang akan terjadi walaupun perkara tersebut hanya sebatas menduga-duga saja. Seseorang yang tidak memiliki informasi yang cukup dalam hal yang hendak ia putuskan merupakan suatu kesalahan. Untuk itu jika ingin membuat keputusan terhadap perkara yang belum dikenal secara pasti alangkah lebih baiknya mencari banyak informasi tentang hal terkait.

Principle of insufficient reason. Perinsip ketidakcukupan alasan jenis keputusan ini diambil ketika tidak tersedia informasi yang lengkap mengenai suatu perkara. Dalam hal ini keputusuan diambil dengan menduga-duga tetapi hendaklah meminimkan resiko yang akan terjadi dengan meprediksi keuntungan tertinggi dan beban terendah. Cotoh seorang yang hendak mengadakan pesta mengundang 100 orang jika makanan yang disediakan hanya mencukupi orang yang diprediksikan kemungkinan besar akan terjebak dalam permasalahan kekurangan makanan. Begitu juga dengan perakara-perkara yang lain. Masing-masing hendaklah disesuaikan dengan tujuan, potensi dan keperluan yang hendak dipenuhi.

Minimaks criterion. Kaedah ini lebih menekankan bagaimana kita memilih keputusan yang terbaik di antara pilihan-pilihan yang buruk, karena mau tidak mau, ia akan menghasilkan kerugian. Individu dalam kondisi seperti ini, biasanya akan ditimpa keputusasaan dan kehilangan kontrol dalam mencari solusi yang lebih bijak. Sehingga krugian yang akan ditanggung berlipat ganda. Solusinya dalam menyelesaikan perkara ini dengan mengambil resiko yang terkecil demi membatasi tingkat kerugian yang lebih besar. Contoh dalam perkara ini ibarat buah Simalakama.

Game theory. Teori pertandingan juga merupakan cara efektif dalam menyelesaikan masalah dan cara tepat dalam mengambil keputusan. Kaedah ini lebih menjuruskan ke arah persaingan kedua-belah pihak. Jika yang satu menang yang satunya akan rugi. Dalam menentukan keputusan ketika terjebak dalam lingkaran permasalahan seperti ini hendaklah seseorang itu meneliti lebih jauh terhadap sesuatu yang kemungkinan terjadi diluar kontrol. Maka ketika keputusan tersebut dibuat terhadap kemungkinan dan kegagalan yang terjadi tidak menjadi beban karena sudah diramalkan sebelumnya.

Critikal path. Boleh juga dikatakan kaedah garis kritikal yang menjadi pembatas waktu penjadwalan dalam melaksanakan suatu kegiatan. Tujuannya ialah untuk mencapai hasil tertinggi dan meminimalkan kerugian sekecil mungkin. Contohnya anda membut keputusan untuk “SUKSES”. Dalam melaksanakan tercapainya apa yang dicita-citakan tersebut hendaklah anda melakukan suatu cara dan mengarahkan tindakan yang mendukung atas terlaksananya keputususan. Seperti membatasi waktu (disipin waktu), membatasi pergaulan (komunitas yang mendukung), pengetahuan (pengetahuan yang mendukung demi terwujudnya impian anda) dan lain sebagainya. Dengan demikian keputusan yang dibuat diiringi dengan realitas yang menjurus ke arah jalan yang hendak dicapai.

Kesimpulan
Demikianlah urain singkat di atas bahwa seni mengambil keputusan termasuk dalam kecerdasan intelaktula atau IQ. Karena defenisi dari kecerdasan itu sendiri mereka yang dapat menyelesaikan masalah dengan sebaik mungkin. Oleh karena itu hati-hatilah dalam membuat keputusan disebabkan ia akan berdampak dan mempengaruhi langkah kehidupan anda selanjutnya. Salah langkah, termasuk salah dalam mengambil keptusan yang akan beraktibat patal. Sesal dahulu itu PENDAPAT sesal kemudaian tiada berguna.



#kaskus.co.id

Belajar dari anak part 2







MC: inilah 5 kontestan cilik perlombaan Memohon pada Tuhan 

Anak pertama: Aku minta permen sebakul *tepuk tangan

Anak ke2: Aku memohon di beri Pabrik permen *tepuk tangan lebih keras terdengar

Anak ke3: Aku meminta uang 10 juta dollar *Tepuk tangan yg keras dan juri pun ikut tepuk tangan.

MC ke anak ke 4: nak kalau kau meminta 100 jt dolar itu tidak ada bedanya dengan Anak ke 3 tadi, apakah kau punya permintaan yg lebih hebat?

Anak ke 4: ya, permintaanku adalah Tuhan aku minta di beri 3 permohonan.
MC : terus untuk apa 3 permohonan tersebut.

Anak ke 4: yg pertama aku meminta pabrik permen, yg kedua aku minta 10 juta dolar dan yang ke tiga aku meminta 3 permohonan lagi, dan begitu seterusnya.
*hampir semua penonton berdiri sambil bertepuk tangan dengan keras

MC: luar biasa, rasanya tidak akan ada yang mampu melebihi permohonan anak ini.

MC ke Anak ke 5: Hi nak, kamu dengar tadi permohonan anak yg ke 4, apakah kau yakin bisa mengalahkannya? berapa banyak permintaanmu?

Anak ke 5: aku hanya punya satu permintaan Pak, bila aku harus memohon kepada Tuhan, aku akan meminta untuk diberikan sebuah hati yang selalu terbenam dalam rasa Syukur.

#Belajardarianak


from : Gobind Vashdev

Belajar dari anak part 1









Ada seorang anak bernama Mark mengikuti sebuah lomba mobil balap mainan. Mobilnya tak istimewa, namun ia termasuk dalam 4 anak yang masuk final. Dibanding semua lawannya, mobil Mark-lah yang paling tak sempurna. 

Beberapa anak menyangsikan kekuatan mobil itu untuk berpacu melawan mobil lainnya. 
Yah, memang, mobil itu tak begitu menarik tak sebanding dengan hiasan mewah yang dimiliki mobil mainan lainnya. Namun, Mark bangga dengan itu semua, sebab, mobil itu buatan tangannya sendiri. 

Tibalah saat yang dinantikan. Final kejuaraan mobil balap mainan. Setiap anak mulai bersiap di garis start, untuk mendorong mobil mereka kencang-kencang.

Namun, sesaat kemudian, Mark meminta waktu sebentar sebelum lomba dimulai. Ia tampak berkomat-kamit seperti sedang berdoa. Matanya terpejam, dengan tangan yang bertangkup memanjatkan doa. Lalu, semenit kemudian, ia berkata, "Ya, aku siap!". 

Dor! Tanda telah dimulai. Dengan satu hentakan kuat, mereka mulai mendorong mobilnya kuat-kuat. Semua mobil itu pun meluncur dengan cepat. Setiap orang bersorak-sorai, bersemangat, menjagokan mobilnya masing-masing. "Ayo..ayo..cepat..cepat..maju..maju", begitu teriak mereka. Ahha...sang pemenang harus ditentukan, tali lintasan finish pun telah terlambai. Dan, Mark-lah pemenangnya. Ya, semuanya senang, begitu juga Mark. Ia berucap, dan berkomat-kamit lagi dalam hati. "Terima kasih." 

Saat pembagian piala tiba. Mark maju ke depan dengan bangga. Sebelum piala itu diserahkan, ketua panitia bertanya.

"Hai jagoan, kamu pasti tadi berdoa kepada Tuhan agar kamu menang, bukan?". Mark terdiam. "Bukan, Pak, bukan itu yang aku panjatkan" kata Mark. 

Ia lalu melanjutkan, 

"Sepertinya, tak adil untuk meminta pada Tuhan untuk menolongmu mengalahkan orang lain. Aku, hanya bermohon pada Tuhan, supaya aku tak menangis, jika aku kalah." 

#belajardarianak




from: Gobind Vashdev